Nyinyir dan Nyinyier

Hidup ini terlalu berharga untuk dihabiskan hanya untuk mengomentari orang lain. Mau dituduh pencitraan, sok suci, ya silahkan. Biarkan mulut nyinyir, yang penting kita masih bisa berkarya. Terkadang, para ‘nyinyier’  itu memberikan kontribusi yang sangat besar pada diri kita. So, diamkan saja.

“Anj*ng menggonggong, kafilahpun berlalu”.

Anj*ng yang menggonggong itu ga akan gigit kita. Kalo mau gigit se, ga pake gonggong dulu. Yah, itulah hidup. Semoga Allah membuka pintu hati para ‘nyinyier’. Aamiin.

“When a dog is barking, there’s no wisdom in barking back
When people start talking obnoxiously and ignorantly the worst thing you can do is respond. We have to learn to recognize a bark for a bark
And an intellectual criticism as an intellectual criticism”. (Taken from Notes on Tafsir)

Sumber

Original Source Product

Well, mumpung hari ini aku sedang menggebu-gebu gara-gara dapet produk yg cukup berkualitas& terjangkau dompet, ada baiknya aku cerita sedikit tentang hunting diskonan sabun merk ‘Original Source’ (OS) di Amplaz. Mungkin ada beberapa dari temen-temen yang agak asing dengan nama ini. Yup, produk ini baru masuk di Indonesia awal tahun ini (Jakarta duluan kayaknya). Nah, kalo di Jogja se, aku g tau mulai kapan. Tapi yang jelas, produk ini ga mengecewakan. Apa aja yang kubeli? Well, ini dia penampakannya.


1. OS Vanilla and Raspberry Shower
Dari namanya, jelas untuk mandi lah, alias untuk sabun mandi hahaha. Ku pilih varian ini, karena wanginya persis permen Alpenliebe yang pink itu lo (yakin deh). Pas aku beli, varian ini hanya sisa 1 (takdir memang mempertemukan aku dengan dia). Halah, lebay. Harga awal: IDR 30900, harga diskon : IDR21900/250ml.
2. OS Mint & Tea Tree  
Berhubung lagi diskon, aku beli 2 aja sekalian. Wanginya persis deh kayak daun mint. Secara gitu lo, parfumnya berasal dari 7927 daun mint tiap 1 botolnya. Bayangin aja deh. Untuk harga, sama kayak yg vanilla.
3. OS Vanilla and Raspberry Body Butter
Karena racun dari FD, akhirnya ku beli ini sekalian (di Carrefour). Yakin deh, pertama mengendusnya (halah, bahasanya kacau), pengen banget deh jilatin creamnya. Wanginya, bener-bener permen Alpenliebe juga. Harganya: IDR28500/100gr.

Well, ada beberapa alasanku untuk memberanikan diri beli produk OS ini, yaitu:

  1. Wanginya alami (bener-bener pakai hasil alam). Itulah kenapa, wanginya berbeda dengan pewangi buatan (gitu lah, aku g bisa jelasinnya).
  2. Tidak diujikan di hewan.
  3. Cocok untuk vegan (walau aku bukan vegan).
  4. Bersahabat dengan dompet, dan sering ada promo juga.
  5. Ada refill untuk body showernya.
  6. Kemasannya bagus,unik,  dan kuat (body butter).

Yah, memang se hanya tersedia di Hypermart, Guardian, Hero, Carrefour. Tapi kan, setidaknya di Jogja sudah ada. Jadi, ga perlu galau kalo mau nyari. Untuk body showernya, harga normal di Carrefour adalah IDR24500. Jadi, kalo  diskon di Guardian udah selese, beli aja di Carrefour hahaha. Tapi sayangnya, varian yang ada di Carrefour ga terlalu lengkap.

Well, sekian dulu garis besar produk ini. Untuk review masing-masing, Inysa Allah ku bahas di kemudian hari. Terima kasih, dan selamat mencoba :kiss :peluk

Orang ke-3

Holaaaaaaa amigo!Setelah cukup lama disibukkan oleh urusan kelulusan, akhirnya sempat juga menulis. Yah, inspirasi tulisanku kali ini sih dari PM BBM-nya beberapa temenku yang membahas tentang tamu ke-3 a.k.a orang ke-3. Awalnya, aku juga heran kenapa ada beberapa teman yang pasang PM dengan topik yang sama.

Well, langsung aja ke pokok pembicaraan. Ku rasa, orang ketiga sering dikonotasikan secara negatif ya. Orang ketiga identik dengan perusak hubungan (apapun hubungan itu). Yang jelas, orang ketiga tidak akan masuk apabila tidak dibukakan pintu. Hem, jujur se…dulu aku juga pernah mengalami hal seperti ini (baik urusan pertemanan maupun sekedar dari teman). Dan aku, adalah posisi yang cukup sulit alias korban. Ceritanya curhat nih? Well, woles aja deh…aku g munafik kok. Itulah hidup.

Mungkin ada pertanyaan, gimana cara hadapin orang ke-3 itu? Well, kalau untuk kasusku se, aku baru tau kalo ada orang ketiga setelah suatu hubungan itu berakhir. Dan, pihak yang bekhianat sudah mendapatkan ‘hadiahnya’ masing-masing.  Dan, walaupun aku sebagai korban, aku malah merasa bersyukur karena Allah SWT memberikanku petunjuk tentang siapa sebenernya DIA dan MEREKA. Anggap saja, ini salah satu cara Allah SWT untuk proses pendewasaanku. Yah, nambah pengalaman jenis-jenis manusia.

Menurutku, cara menghadapi orang ketiga (pada 2 kategori) adalah sebagai berikut.
Kategori 1 : Kita dah tau siapa orang itu

  1. Diamkan dan maafkan. Yah, walaupun  disindir di fb, twitter, BBM, dll.
  2. Banyakin do’a. Ingat : do’a orang teraniaya tidak tertolak.
  3. Ga usah ngurusin orang itu. Cara paling ekstrim adalah, anggap aja ga ada.
  4. Kerjakan tugas-tugasmu sebaik-baiknya.
  5. Introspeksi diri dan mengambil hikmah dari yang telah terjadi.
  6. Ambil sisi positifnya (ini paling susah).

Kategori 2 : Kita baru tau orang itu dalam waktu yg cukup lama

  1. Tegarlah jika mendengar namanya, atau bertemu orangnya. Jangan perlihatkan kebencianmu. Karena percuma, cuma bikin hati kotor.
  2. Ga usah deket-deket sama manusia macem gitu. Alasannya, manusia seperti itu hanya merugikan.
  3. Cara-cara yang sama dengan kategori 1.

Well, ku rasa tips-nya cuma itu-itu aja yah. Intinya se, stay positive aja. Toh, kita akan mendapatkan ‘hadiah’ sesuai dengan yang kita perjuangkan. Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya. Terima kasih :kiss :peluk

Gambar

Inez Satin Smooth Face Powder

Well, setelah lama ga nongol, akhirnya daku memberanikan diri untuk menulis sesuatu yang cukup kemayu (khusus cewek ya). Yah, daripada ngurusin negara, mendingan merawat diri kita hahaha (ra nyambung) hehehe. Sebenernya, aku udah beli bedak ini sejak 2 bulan yang lalu. Berhubung koleksi bedakku cukup banyak, aku baru bisa memberanikan diri nulis sekarang (maklum deh, aku banci bedak).

Latar belakang
Berhubung banyak review yang positif terhadap bedak ini, akhirnya aku tergoda juga. Akhirnya, dengan segenap kemantapan hati, ku belilah bedak ini.

Tujuan dan Manfaat
Mempercantik  wajah supaya berseri alami sepanjang hari (maaf kalo lebay). Selain itu, dengan menggunakan bedak ini diharapkan dapat membuat kulit wajah halus selembut sutra (ngaco banget yah).

Implementasi
Berikut ini adalah penampakan si Inez Satin Smooth Face Powder shade Ivory.

Cara pakainya adalah sebagai berikut :

  • Oles pelembab
  • Oles sunblock
  • Sapukan bedaknya
  • Selesai, dan lihat hasilnya.

Hasil dan Pembahasan

  • Shade Ivory ini cocok untuk kulit yang undertone-nya pink. Di kulitku, ga oily se, malah bikin pipiku merona nge-pink (serius deh).
  • Makin lama, di kulit jadi dewy (glowing dan bersinar). Oil controlnya bagus deh.
  • Coveragenya mantep banget, 11-12 sama two way cake lah. Selain itu, ga perlu ngoles terlalu banyak, bedak ini bisa menutup noda samar bekas jerawat dengan baik. Yah, secara gitu loh, namanya bedak tabur, seheboh apa se coveragenya?
  • Harganya cukup terjangkau (IDR 58000/ 30 gr).
  • Yang ga aku suka se, wanginya terlalu dangdut banget (susah diungkapkan dengan kata-kata deh).
  • Packagingnya? Lumayan lah, ga terlalu genjeng. Bahkan, ini bedak tabur pertamaku yang bentuknya persegi (biasanya kan bulet) hehehe.
  • Kalo tiap hari pake bedak ini, jangan lupa bersihin wajah ya, biar pori-porinya ga tersumbat. Karena kandungan yang ada di bedak ini cukup berat se.

Sejujurnya, aku ga sempet jepret hasilnya di wajahku hehehe. Tapi intinya, hasilnya bagus deh. Dengan harga yang cukup terjangkau, hasilnya mendekati sempurna. Bisa dibuktikan kok, Insya Allah.
Well, cukup sekian tips genit dari aku. Ketemu lagi di edisi genit selanjutnya. Sekian dan terima kasih.

Tips melepas ketergantungan cream ‘dokter’

Well, jumpa lagi di edisi lebaran. Mohon maaf lahir dan batin ya kalo ada kesalahanku yang disengaja maupun tidak disengaja. Semoga lebaran kali ini membawa berkah untuk kita semua.Aamiin Ya Allah. Oke, berhubung aku cukup prihatin dengan masalah yang menimpa teman dan saudaraku yang disebabkan oleh ketergantungan dengan cream dari skincare tertentu (sebut aja NS (N senior), L, NJ (anak perusahaannya NS)). Semua yang aku tulis kali ini benar-benar berdasarkan pengalamanku. So, saya tidak bermaksud menghujat pihak manapun.

Ketergantungan yang dimaksud disini adalah, apabila dalam kurun waktu tertentu tidak memakai krim malam, maka akan muncul bintik-bintik merah di wajah. Nah, itu namanya efek rebound dari steroid. Hal ini disebabkan oleh kandungan krim malam dengan kadar steroid (bisa lemah, sedang, tinggi). Steroid memang boleh aja digunakan, karena fungsinya sebagai antiperadangan. Hal yang harus diingat adalah, pemakaiannya tidak untuk jangka panjang. Memang, masih ada perdebatan mengenai lama pemakaiannya (kalo informasi-informasi yang aku dapatkan, maksimal 2 bulan). Oke, daripada kelamaan ceramah, mendingan aku bagi pengalamanku lepas dari krim ‘dokter’.

Persiapan Mental

  • Harus siap-siap punya muka kusam
  • Harus kebal sama komentar orang lain
  • Konsisten, ga perlu tergoda sama produk aneh-aneh. Inget, hasil di tiap individu itu beda-beda.
  • Syukuri apa yang ada, walaupun  muka sempat ancur. Tetaplah merasa cantik (kalo cewek) atau ganteng (kalo cowok).
  • Optimis, banyakin do’a

Langkah penting

  • Jangan langsung lepas cream-nya secara mendadak. Dengan kata lain, ya bertahap.
  • Pakai cream pagi (CP), dan cream malam (NC) 2 hari sekali, oles tipis-tipis. Lakukan cara ini selama 10-14 hari. Pagi hari, kalo mau pergi cukup pake sunblock (SB) aja. Kalo malem se, cukup cuci muka aja.
  • Selanjutnya, gunakan CP, NC 3 hari sekali selama 10-14 hari juga.
  • Selama tahap itu, facial wash (FW), milk cleanser (MC) tetep dipake juga gpp kok. Karena, yang bikin ketergantungan parah itu krim malemnya.
  • Ga perlu pake make up lebay.
  • Gunakan CP, NC 5 hari sekali selama 15-20 hari.
  • Gunakan CP, NC seminggu sekali selama 2 minggu.

Ada juga yang ketergantungannya udah parah. Ga pake cream malem selama 2 hari dah muncul bintik-bintik merah. Trus gimana? Kalo udah kayak gitu, mendingan ke dokter spesialis kulit (jangan ke skincare loh). Lebih mantep  ke pakarnya. Aku juga ga bisa ngasih solusi kalo udah tahap seperti itu. Selain itu, aku juga sempet kok ke dokter kulit. Alhamdulilah, sudah sembuh dalam waktu 7 bulan (lama juga to)?

Kenapa jangan ke skincare? Percuma banget deh, ujung-ujungnya cuma disuruh facial, peeling aja. Dan, itu bukan penyelesaian. Kulit yang sedang berjerawat, itu ga boleh di facial (nasehat dokter SpKK ke aku di tahun 2013). Logikanya gini deh, facial itu kan ada aktivitas pencet-pencet jerawat, gimana ga pori-porinya makin kebuka kalo dipencetin. Apalagi kalo jrewinya belum matang.

Memang, kondisi kulit tiap individu itu beda-beda. Aku hanya berusaha berbagi tips saja se. Siapa tau bisa membantu. Intinya, sabar. Semua butuh proses. Semoga berhasil yah. Terima kasih.

Whitening Cream (lagi)

Well, setelah menghilang (lagi) dari peredaran dunia per-blog-an, akhirnya aku menyempatkan diri untuk menulis lagi. Yah, walaupun masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, yang namanya tips ‘genit’ itu ga ada habisnya (mohon mengartikannya dengan bijaksana) hahaha. Edisi ini, aku akan berbagi tentang perawatan untuk menghilangkan ‘dosa’ di wajah (misalnya bekas jerawat) hehehe. Oh iya, diedisi tempo hari, ada tulisanku yang membahas tentang HTM whitening cream kan? Nah, berhubung pemakaiannya ga boleh lama, akhirnya aku mengganti whitening cream yang versi kosmetik, bukan versi obat.

Okelah, produk yang ku pakai akhir-akhir ini (baru sebulan se) adalah SK Whitening Cream. Yup, masih varian produk dari dr Supijati Sp.KK dong. Awalnya se, aku hanya coba-coba aja. Yah, karena milk cleanser, facial wash, pelembab, sunblock juga dah pake SK. Jadi, menurutku ya sekalian aja hehehe. Okelah, ini dia penampakannya :

Komposisinya :

Penampakan teksturnya:

Deskripsi produk :

  • Warnanya putih susu
  • Tekstur cream, ga terlalu kental dan ga terlalu encer
  • Berbau wangi, tapi ga lebay sih
  • Whitening agent-nya : Arbutin (bukan Hydroquinone). Walaupun, cara kerja Arbutin hampir seperti Hq.
  • Harganya murah, IDR  35000 (langsung dari pabriknya loh)
  • Netto 15 gram (lebih gede daripada krim racikan dokter)

Review setelah 1 bulan pemakaian :

  • Minggu pertama: Kulit nglupas (kayaknya se adaptasi dulu)
  • Minggu kedua : kulit terasa lembab dan kenyal
  • Minggu ketiga : bekas-bekas menjadi fuzzy (alias samar) hahaha
  • Minggu keempat-sekarang : yah, wajah menjadi lebih cerah aja. Kalo putih, ya sewajarnya kok.
  • Alhamdulilah, walau kulitku berminyak, ya ga bikin jerawatan. Seandainya ada jerawat, ya itu karena ulahku yang ga jaga pola makan, stress, atau males bersihin wajah hahahaha.

Saran-saranku untuk temen-temen yang berminat menggunakan whitening cream :

  • Pastikan dulu kulit bebas jerawat (maksudnya, jerawat yang nongol ga banyak). Syukur-syukur kalo ga ada jerawatnya hehehe. Karena produk pemutih itu biasanya bisa menyumbat pori-pori.
  • Biasakan untuk membersihkan muka setiap hari (iya, setiap hari), minimal sehari sekali aja.
  • Banyakin minum air putih, kurangi makanan berlemak (ini yang paling susah), dan kurangi stress.
  • Stay positive Hehehehe.

Well, udahan dulu nya edisi genit kali ini. Semoga bermanfaat untuk temen-temen semua. Mohon maaf, kalo review-nya kurang banyak atau terlalu to the point hehehe. Makasih sudah berkunjung. Sampai jumpa :kiss :peluk

Marcks Venus 2 Way Cake Translucent

Well, akhirnya menyempatkan diri untuk nulis yang genit lagi. Walaupun memang masa-masa galau gara-gara Mas T, akhirnya niat nulis terkumpul juga hahahaha. Edisi kali ini, aku ingin menebar ‘racun’ tentang kenekatanku membeli bedak padat, 2-way cake pula. Bayangin aja, kulitku yang berminyak gini, malah dibedakin 2-way cake. Gimana coba? Yah, tapi inilah alasanku ‘mencoba’ :

  • Aku percaya banget kalo merk Marck’s cocok di kulitku. Karena, sejak jaman SD aku udah pake bedak ini (versi karton itu lo).
  • Dilihat dari keterangannya, tertulis : untuk SEMUA jenis kulit. So, aku semakin mantap untuk memakainya.
  • Supaya hasil riasan lebih baik (walau aku ga dandan lebay).
  • Gampang kalo mau touch-up, karena udah ada kacanya (kalo bedak tabur kan, harus bawa kaca lagi).
  • Nah, itu dia beberapa alasanku yang membuatku berani mencoba. Well, ini dia komposisi dan keterangan produknya

Hasil swatch-nya :

Nah, kalo dilihat dari komposisi-nya sih, untuk standar 2-way cake, ga terlalu berat. Biasanya kan kalo komposisi bedak jenis ini lumayan banyak. Nah, kalo Marcks’ ga kayak gitu. Itu yang  aku suka. Secara garis besar, ini dia review-ku:

  • Kemasan elegan,ga terlalu besar juga. Selain itu, spons-nya juga enak dipake
  • Wanginya ga lebay, seger menurutku.
  • Oil controlnya mantap
  • Ada kandungan sunblock-nya (SPF 18)
  • Finishingnya natural, makanya aku pilih yang Translucent, cocok untuk kulitku yang putih meronya nge-pink. Sori kalo lebay hahahaha.
  • Menurutku, ga terasa deh kalo pake 2-way cake, karena beneran ringan di kulit. Dengan kata lain, ga kayak lenongan hahahha. Ini yang menyebabkan coverage-nya sederhana banget. But, I love it. Tetep NATURAL.
  • Ga bikin jerawat (dalam kondisi normal).
  • Menurutku, harga lumayan tinggi se : IDR62175 di Mirota Kampus

Itu dia review dari aku. Memang se, aku cocok pake bedak ini. Tapi, sekarang aku sedang panen jerawat. Iya, jerawat galau dan stress kok. Jadi, bukan karena pake bedak ini hehehehe. Oh iya, sekedar tips se, biar kulitmu terhindar dari jerawat, begini nih urutan pake 2-way cake-nya (versiku):

  • Pake pelembab yang oil free (Aku pake SK moisturizing gel)
  • Pake sunblock (pake Sk juga)
  • Sapukan bedak Marcks’ jaman batu tipis-tipis aja lo (aku pake yang rose)
  • Sapukan 2-way cake-nya
  • Selesai

Tips lagi se : jangan lupa bersihin muka, setidaknya 1 hari 1 kali setelah beraktivitas. Itu untuk mencegah munculnya jerawat hehehehhehehe.Well, udahan dulu ya…jumpa lagi di edisi genit selanjutnya. Sekian dan terima kasih :kiss :peluk

Sumber