2 Tahun pernuh warna (Part 5)

Okay, aku lanjutkan kisahku. Mata kuliah yang bisa dikatakan tidak ada unsur rumus dan programming adalah Infosos. Yah, dari namanya sudah terlihat kalo matkul ini membahas informatika pada aspek sosial. Sebenernya se, latar belakang aku memilih matkul ini atas dasar penasaran aja. Selain itu, ketika kuliah S1, aku juga belum ambil (karena emang ga ada sih).

Infosos dilaksanakan tiap Kamis jam 07:00. Gilak, udah hari Kamis, pagi pula. Waktu itu, aku sering banget puasa Senin-Kamis. Jadi, lumayan sering telat juga sih hahahaha. Alasannya, setelah Shubuh, aku lebih sering tidur lagi. Seandainya ga tidur lagi, aku biasanya keasyikan maen game atau ngerjain tugas yang laen. Sampai di kampus, ga jarang kalau aku ngantuk (emang deh aku tuh ngantuk-able). Okay, lanjut lageeeeeee…….Kuakui deh, berhubung Infosos banyak membahas tentang sosial, aku jadi bisa bersosialisasi dengan seorang ibu yang berasal dari Palu. Yah, tiap kuliah Infosos, aku dan beliau sering duduk di barisan belakang (parah amit!). Hitung-hitung deh, bisa ngenet atau ngobrolin ‘kuliah’ ketika dilanda ngantuk.

Tugas-tugas di kuliah Infosos ternyata cukup berat. Tugas yang ku kerjakan antara lain : Nonton film The Matrix, lalu disuruh bikin artikel mengenai teknologi untuk kehidupan manusia (seingatku sih seperti itu). Tugas yang lainnya adalah membuat resume tentang IT untuk kehidupan, berdasarkan jurnal. Wah, agak rempong juga rupanya. Tapi aku berusaha untuk enjoy.

Road to Seminasik 2013
Well, setelah ngobrolin kuliah, tibalah untuk ngobrolin aktivitas kampus di semeter genap ini. Ternyata, Prodi akan mengadakan Seminasik tanggal 18 Oktober 2013. Dan tiba-tiba, aku kebagian tugas di sie konsumsi. Awalnya sih aku keberatan. Tapi ya sudahlah, hitung-hitung untuk nambah pengalaman aja. Berhubung kepanitiaannya sudah terbentuk, mulailah rapat rutin mingguan. Yang kuingat adalah, pernah ketika rapat, kita mengundang 1 mahasiswa S3, dan kondisi rapat cukup panas. Gimana ga panas, la wong yang kita lakukan selalu dinilai kurang ini, kurang itu. Bisa ku lihat ekspresi wajah temen-temen yang lumayan gedheg. Secara gitu loh, dia cuma ngasi omong doang, tapi ga bantuin. Yo podo wae lah. Rapat itu menjadi rapat pertama dan terakhir yang mengikutsertakan mahasiswa S3.

Setelah rapat perdana, Pak Ketua Seminasik mengajak kami untuk pergi ke pemancingan di daerah Babarsari. Masih kuingat, sebelum berangkat ke TKP, awan sudah agak mendung. So, kita harus cepet-cepet nyampe sana. Temen-temen pada pergi berboncengan. Sedangkan aku? Well, cukup sendiri sadja hahahaha. Ternyata….lokasi pemancingannya cukup ‘mblusuk’ deh. Jadi yah, harus hati-hati ketika menurunkan kendaraan menuju lokasi parkirnya. Sampai disana, langsung deh nyari spot yang bagus untuk foto (namanya juga cewek-cewek). Kalo yang cowok se, iseng nyewa pancing dan beli umpannya. Hasilnya? Well, acara hari itu bukan mancing bersama, tapi (pura-pura) mancing bersama atau memancing keributan/karena kita ngakak keras banget :-p. Berhubung rasa lapar telah merasuk perut, akhirnya kita pesen ikan yang emang untuk dimasak aka bukan hasil memancing. Hahahahaha. Well, berhubung aku ga makan ikan air tawar, akhirnya aku cuma pesan ca kangkung & telor dadar (jauh-jauh cuma makan kayak gini :D).

Setelah memancing bareng, aku jadi bisa berbaur dengan teman-teman yang lain. Yah, walaupun aku ga sering ngampus. Tapi setidaknya, aku masih mau menampakkan wajahku di Himpasikom, daripada tidak pernah sama sekali. Tentunya, ada kenangan yang bisa kuceritakan kepada dunia. (bersambung)

2 Tahun penuh warna (Part 4)

Semester II 2012/2013
Okay, setelah ngoceh tentang liburan ke Malang, tibalah saatnya untuk kembali kuliah. Masih dengan 15 sks yang cukup ‘menyenangkan’. Ada  2 mata kuliah pilihan yang daku ambil, yaitu Informatika Sosial (Infosos) dan Verifikasi&Validasi (VnV). Khusus untuk Infosos, dosennya berasal dari Fisipol. Secara gitu loh, kan berbau tentang sosial :D. Di semester ini juga, aku mulai berbaur dengan teman-teman parlemen Himpasikom. So, rasa sakitku berangsur pulih. Aku kembali bisa ngakak-ngakak lagi, dan bekerja sebaik-baiknya.

Jikalau kita ngomongin 2 matkul pilihan itu, rasanya mantep banget deh. Mari kita bahas mengenai VnV dulu. Pertama ikut kuliah, busyet dah…aku bener-bener bingung sama isi perkuliahannya. Sempet kepikiran untuk kabur teratur dari Matkul ini. Tapi, semuanya sudah terlambat, saudara-saudara. Kenapa? Matkul pilihan laennya sudah fenuh. Akhirnya, hadapi dengan senyuman deh. Matkul ini dilaksanakan setiap Selasa pukul 13:00. Keren bok, Selasa adalah hari yang pernuh perjuangan bagiku. Dari jam 07:30-16:30 kuliah. 07:30 ada DADD, 10:00 ada analisis algoritma (ini bikin kribo beneran), dan 13:00 VnV. Gimana ga klenger tuh?

Berhubung pelaksanaan VnV sudah siang, kuperjuangkan seluruh tenaga, hati, dan pikiranku untuk mengikuti perkuliahan ini. Kasihan dosen yang masih bersemangat dalam membawakan perkuliahan. Namun, setelah 1 jam berlalu, rasa kantuk menghampiriku. Dan, akupun tertidur dengan agak pulas (mahasiswa bahagia). Entah mengapa, aku hanya tertidur selama 10 menit sadja. Seolah ada yang membangunkanku, akupun tersadar dari tidur sejenakku. Karena kalau kelamaan tidur, bahkan tidur di sepanjang kuliah,berarti aku sudah mendurhakai guruku. Kenapa? Beliau dengan semangatnya memberikan ilmu kepada mahasiswanya, namun kami malah mengabaikan beliau :mewek.

Well, tiap 3x pertemuan matkul VnV, kita diberikan tugas yang lumayan berbobot. Tiap dapet tugas, kulihat ekspresi wajah rekan-rekanku yang sangat antusias :D. Alhamdulilah, ada rekanku yang berkenan ‘membagi’ ilmunya untuk sekelas hehehhe. So, tiap ada tugas, kita ngumpul di kampus Hari Sabtu dalam rangka problem  solving. Yah, jujur se..aku berusaha mengerjakan dengan segenap kemampuanku yang apa adanya. Di semester 2 ini, rambutku makin menjadi-jadi kribonya :ngakak. Okay, kalau ngomongin VnV, pasti kita ga kan terlupa dengan brand ambassador VnV. Dia adalah rekan yang berpendapat bahwa matkul ini ‘membunuhnya’. Weeeewwww, ada-ada saja ya. Tiap ada tugas VnV, ada aja ceramahnya yang bikin kita (aku dan rekan-rekan) ngakak. Yah, gpp lah, jadinya kan dia menghibur kita yang sedang memutar otak mengerjakan tugas.

Sesungguhnya, aku merasa berterima kasih kepada dosen VnV atas tugas-tugas yang telah diberikan kepada kami. Kenapa? Karena tugas-tugas itu membuat kita akrab. Terutama bagi diriku yang wajib minatnya Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Eh iya, VnV itu masuk ke wajib minat Ilmu Komputer loh. So, hitung-hitung buat nambah temen deh. Selain itu, dengan mengikuti matkul VnV, aku berkenalan dengan beliau yang sudah berkeluarga. Kedua beliau itu berasal dari Palu dan Solo. Pernah ya, pas ada tugas VnV, beliau nraktir kita-kita snack untuk dimakan bareng hehehe. Gimana, kompak kan? (bersambung).

2 Tahun penuh warna (Part 3)

Okay, liburan semester I aku manfaatkan sebaik-baiknya. Aku ga boleh berlarut dalam kesedihan. Hatiku kembali tenang, dan hidup terus berjalan. Alhamdulilah, rupanya Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika mengadakan piknik ke Malang selama 3 hari (22-24 Februari 2013). Alangkah senangnya hati ini. Di Malang, kita pergi ke:
Hari 1

  • Malam Sabtu brangkat dari Stasiun Tugu menuju Stasiun Malang. Jadi yah, kerjaannya: nggosip, selfie, tidoer.

Hari 2

  • Kebun Apel, pake hujan-hujanan pula. Jadinya ga terlalu menikmati. Nyaris kepleset deh gara-gara licin.
  • Belanja oleh-oleh.
  • Jatim Park II, ngliat macem-macem binatang dari berbagai benua. Lumayan deh, bisa ngliat harimau putih, harimau sumatra. Pokonya, aku seneng banget kalo ngliat macan and the gank.
  • Batu Night Square. Ternyata cuma gitu ya. Kayaknya kok arena bermain anak-anak. Jadi yah, aku dan temen-temen cuma jalan-jalan aja.

Hari 3

  • Taman Safari II di Prigen. Yah, berhubung aku belum pernah ngliat hewan yang dibiarkan lepas di hutan, aku benar-benar ,menikmati kok. Yah, walaupun hanya melihat dari dalam bus. Ternyata ada harimau yang tingkat narsisnya melebihi manusia hahaha. Tapi sayang banget, karena waktunya terbatas, aku ga sempet memeluk anak macan. Padahal, dari fotonya….anak macannya tuh imuuutttt banget. Moga-moga suatu saat nanti, aku bisa memeluk anak macan :ngakak.

Hari Seninnya (25 Februari 2013), aku terlambat berangkat kuliah Jarkom. Begitu juga dengan dosen Jarkom. Yah, secara gitu…kita kan sama-sama ikut piknik ke Malang. Berhubung aku masih dilanda rasa ngantuk yang teramat sangat, aku ikut kuliah sambil ngantuk-ngantuk hahahaha. Well, Semester II aku masih ngambil 5 matkul (Analisis Algoritma, Jarkom, Distributed Application Design and Development, Informatika Sosial, dan Verifikasi dan Validasi). Kayaknya, semester II ini cukup ngeri yah. Bagaimana kegiatan belajarku si Semester II? Tunggu saja kelanjutannya. (bersambung)
Gambar

2 Tahun penuh warna (Part 2)

Akhirnya, terpilihlah sudah ketua Himpasikom yang baru, yaitu dari angkatan 2012(yaeyalah). Ketua ganti, otomatis parlemen Himpasikom juga ganti lah. Aku hanya menjadi penggembira saja, Alhamdulilah. Secara gitu lo, menjadi pengurus Himpasikom dibutuhkan komitmen yang tinggi. Sedangkan diriku, ga sanggup lagi ngurusin kuliah, kerjaan, dan organisasi secara bersamaan. Bravo deh buat rekan-rekan yang sanggup melakukannya dengan baik Hehehe. Eh, rekan-rekanku tidak hanya mereka yang masih single, jomblo, namun juga beliau-beliau yang sudah berkeluarga. Dan, dari para beliau inilah, aku banyak belajar makna kedewasaan.

Well, masih di semester 1 yah. Ga kerasa sudah saatnya UAS pertama untuk kita. Sebelum UAS, banyak hal terjadi dalam hidupku. Mulai dari pasang surut hubunganku dengan si dia, yang cukup bikin makan hati pake banget hahaha. Sekedar informasi saja, ada 1 matkul yang benar-benar membuat jari-jari kami sulit digerakkan setelah ujian. Kenapa? Yah, 1 matkul itu emag cetar banget, sehingga membutuhkan kesabaran dalam nulis tangan.

Well, UAS-ku resmi berakhir pada 8 Januari 2013. Dan, 8 Januari 2013 malamnya, seseorang yang mengisi hari-hariku, dengan sukses ‘membuangku’ dari hidupnya, hanya melalui chat. Well, seperti itukah laki-laki sejati? Tapi gpp, aku malah bersyukur kok. Allah telah menunjukkanku siapa dia yang sesungguhnya. And, I’m so thankful to Allah. Awalnya, sakit banget. Makanpun ga enak banget. Tapi sisi positifnya adalah, berat badanku turun drastis, sodara-sodara sekalian :ngakak.

Liburpun tiba, dan aku menghabiskan hari-hari itu dengan menata hatiku. Mendekatkan diriku kepada-Nya. Aku sadar, banyak sekali kesalahan-kesalahan yang aku lakukan. Aku mulai lebih dekat dengan-Nya, pasrah atas segala ketentuan-Nya. Sampai aku sadar tugas-tugasku yang sesungguhnya.Beberapa minggu setelah menjomblo lagi, nilai UAS pun keluar. Dan, Alhamdulilah ya Allah….Bersamaan dengan kesusahan, ternyata ada kemudahan. Allah memberiku hal yang sangat luar biasa& membuatku benar-benar terharu. Nilai-nilai ku A semuanya (walau baru 4 yang keluar, nilai 1-nya keluar sebelum UAS semester 2 hahaha). Maaf, bukan bermaksud untuk menyombongkan diri. Ternyata Allah menolongku dengan cara-Nya sendiri. Mulai kusadari, APA YANG HARUS KULAKUKAN, yaitu  LULUS S2 SECEPATNYA!!!!!

Dukungan dari keluarga besar dan kawan-kawan membuatku tegar dan menatap masa depan dengan penuh harapan kepada-Nya. Aku harus kuat. Allah memberikan ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya.

Hidup, mati
Datang, pergi
Suka, duka
Cinta, benci
Baik, buruk
Pria, wanita.
Dll.

Iya, aku selalu percaya dan HARUS percaya bahwa Allah telah menciptakan manusia itu secara berpasangan. Well, ketika aku menulis kisah ini, aku sambil ketawa kalo inget yang dulu-dulu. Patah hati emang sakit. Tapi, mereka yang patah hati namun tetap ‘keren’, merekalah yang akan beruntung. So, stay :cool cool. (bersambung)
Gambar

2 Tahun penuh warna (Part 1)

Okay, dari judulnya se nampaknya aku akan menuliskan sesuatu tentang cinta. Tapi, tunggu dulu yah. Aku memang akan menceritakan tentang garis-garis besar kejadian selama 2 tahun, yaitu mulai September 2012- September 2014. Well, 2 tahun ternyata berlalu begitu cepatnya ya. Emang dalam rangka apa sih? Yah, aku ingin mengabadikan pengalamanku saat aku duduk di bangku Pascasarjana Ilmu Komputer di UGM. Tapi tenang aja, aku hanya akan membahas pengalamanku bercengkrama dengan teman-teman. Tapi sebelumnya, mohon maaf jika seandainya ada pihak-pihak yang kurang sependapat denganku. Well, mari kita mulai…

Semester I 2012/2013
Masih kuingat saat itu, ketika aku duduk di gedung SIC lantai 3/lupa nama ruangnya. Yah, hari pertama kuliah S2, dengan mata kuliah Software Testing. Ketika aku memasuki ruangan, aku nampak asing dengan rekan-rekan yang ada. Kenapa? Kok ceweknya dikit banget sih? Aku mulai ragu. Jangan-jangan, aku salah ambil wajib minat ya? Berhubung aku masih malu, aku belum punya temen. Setelah kuliah selese, langsung aku kabur…pulang deh.

Hari-hariku berjalan normal. Sampailah pada 1 mata kuliah wajib yang lumayan cetar. Apa itu? Ogah aku nyebut merk. Di matkul itu, tiada pertemuan tanpa penugasan kelompok dan individu.So, tiap hari Jum’at, kita ngumpul di Perpus pusat untuk diskusi. Biasanya se, setelah Jum’atan-malem/bahkan pernah sampai jam 8. Pada awalnya, aku belum get along very well dengan temen-temen yang bukan alumni UGM. Bukan sok2an/gimana, tapi masih segan saja. Aku se cukup tau diri, karena ga enak juga kalo tiba-tiba sok kenal hehehe.

Semester pertama cukup melelahkan. Apalagi, karena aku juga harus mencari uang jajan dan uang untuk dandan alias kerja. Susah juga ngatur waktu kerja dan kuliah. Alhamdulilah, aku hanya dapet 2 kelas. Alasan laen kenapa aku belum terlalu dekat dengan rekan-rekan lain adalah, statusku yang saat itu tidak jomblo hahahaha (ini fakta). Jadi yah, taulah kenapa.Mulai Oktober 2012, perkuliahan pindah di Gedung Pascasarjana Lantai 4. Lokasinya se, dulu adalah kantin Klaster. Lumayan lah, punya gedung baru yang pastinya lebih WOOOOWWW.

Pertengahan semester pertama,  aku mulai kenal dengan beberapa rekan lain. Pertama yang aku kenal adalah akhwat asal Makassar, yang wajib minatnya sama denganku. Pertama ngobrol, rasanya nyambung banget deh. Aku lupa kita ngobrolin apa. Yang jelas pada saat itu, dia sedang nge-net di ruang 419& aku nylonong aja (dasar ga tau malu). Ceritanya se, temenku itu mau presentasi Information Technology Project Management (ITPM) jam 13:00 WIB. Yah, sebenernya se bukan jadwal ITPM yang sesungguhnya, alias ngganti yang hari Rabu. Dari situlah awal dari kedekatan kami. Kedekatan yang tetap terjaga sampai sekarang (setelah kita sama-sama selesai).

Well, sampai akhir semester, tidak ada yang berbeda. Semua berjalan dengan normal. Aku masih jarang banget nongkrong di bascamp Himpasikom (yang suatu saat nanti berganti menjadi Himpas Ilkom secara tidak sengaja hahahaha). Memang se, di MCs 2012 ada jaket angkatan. Tapi aku ga pesen, karena lagi bokek. maaf yah, kalo aku ga ngompakin hehehe. Tapi, aku punya kaos Polo Himpas Ilkom kok xixixixi. Waktupun berlalu, tibalah saat  pemilihan ketua Himpasikom. Aku kayaknya milih deh (lupa milih siapa) hahahaha. Yah, ketika bursa pilka Himpasikom, mulai muncul gosip-gosip yang entah dari mana asalnya.   Tapi ya sudah, resiko deh jadi artesss hahaha. (bersambung)
Gambar

Nyinyir dan Nyinyier

Hidup ini terlalu berharga untuk dihabiskan hanya untuk mengomentari orang lain. Mau dituduh pencitraan, sok suci, ya silahkan. Biarkan mulut nyinyir, yang penting kita masih bisa berkarya. Terkadang, para ‘nyinyier’  itu memberikan kontribusi yang sangat besar pada diri kita. So, diamkan saja.

“Anj*ng menggonggong, kafilahpun berlalu”.

Anj*ng yang menggonggong itu ga akan gigit kita. Kalo mau gigit se, ga pake gonggong dulu. Yah, itulah hidup. Semoga Allah membuka pintu hati para ‘nyinyier’. Aamiin.

“When a dog is barking, there’s no wisdom in barking back
When people start talking obnoxiously and ignorantly the worst thing you can do is respond. We have to learn to recognize a bark for a bark
And an intellectual criticism as an intellectual criticism”. (Taken from Notes on Tafsir)

Sumber

Original Source Product

Well, mumpung hari ini aku sedang menggebu-gebu gara-gara dapet produk yg cukup berkualitas& terjangkau dompet, ada baiknya aku cerita sedikit tentang hunting diskonan sabun merk ‘Original Source’ (OS) di Amplaz. Mungkin ada beberapa dari temen-temen yang agak asing dengan nama ini. Yup, produk ini baru masuk di Indonesia awal tahun ini (Jakarta duluan kayaknya). Nah, kalo di Jogja se, aku g tau mulai kapan. Tapi yang jelas, produk ini ga mengecewakan. Apa aja yang kubeli? Well, ini dia penampakannya.


1. OS Vanilla and Raspberry Shower
Dari namanya, jelas untuk mandi lah, alias untuk sabun mandi hahaha. Ku pilih varian ini, karena wanginya persis permen Alpenliebe yang pink itu lo (yakin deh). Pas aku beli, varian ini hanya sisa 1 (takdir memang mempertemukan aku dengan dia). Halah, lebay. Harga awal: IDR 30900, harga diskon : IDR21900/250ml.
2. OS Mint & Tea Tree  
Berhubung lagi diskon, aku beli 2 aja sekalian. Wanginya persis deh kayak daun mint. Secara gitu lo, parfumnya berasal dari 7927 daun mint tiap 1 botolnya. Bayangin aja deh. Untuk harga, sama kayak yg vanilla.
3. OS Vanilla and Raspberry Body Butter
Karena racun dari FD, akhirnya ku beli ini sekalian (di Carrefour). Yakin deh, pertama mengendusnya (halah, bahasanya kacau), pengen banget deh jilatin creamnya. Wanginya, bener-bener permen Alpenliebe juga. Harganya: IDR28500/100gr.

Well, ada beberapa alasanku untuk memberanikan diri beli produk OS ini, yaitu:

  1. Wanginya alami (bener-bener pakai hasil alam). Itulah kenapa, wanginya berbeda dengan pewangi buatan (gitu lah, aku g bisa jelasinnya).
  2. Tidak diujikan di hewan.
  3. Cocok untuk vegan (walau aku bukan vegan).
  4. Bersahabat dengan dompet, dan sering ada promo juga.
  5. Ada refill untuk body showernya.
  6. Kemasannya bagus,unik,  dan kuat (body butter).

Yah, memang se hanya tersedia di Hypermart, Guardian, Hero, Carrefour. Tapi kan, setidaknya di Jogja sudah ada. Jadi, ga perlu galau kalo mau nyari. Untuk body showernya, harga normal di Carrefour adalah IDR24500. Jadi, kalo  diskon di Guardian udah selese, beli aja di Carrefour hahaha. Tapi sayangnya, varian yang ada di Carrefour ga terlalu lengkap.

Well, sekian dulu garis besar produk ini. Untuk review masing-masing, Inysa Allah ku bahas di kemudian hari. Terima kasih, dan selamat mencoba :kiss :peluk

Orang ke-3

Holaaaaaaa amigo!Setelah cukup lama disibukkan oleh urusan kelulusan, akhirnya sempat juga menulis. Yah, inspirasi tulisanku kali ini sih dari PM BBM-nya beberapa temenku yang membahas tentang tamu ke-3 a.k.a orang ke-3. Awalnya, aku juga heran kenapa ada beberapa teman yang pasang PM dengan topik yang sama.

Well, langsung aja ke pokok pembicaraan. Ku rasa, orang ketiga sering dikonotasikan secara negatif ya. Orang ketiga identik dengan perusak hubungan (apapun hubungan itu). Yang jelas, orang ketiga tidak akan masuk apabila tidak dibukakan pintu. Hem, jujur se…dulu aku juga pernah mengalami hal seperti ini (baik urusan pertemanan maupun sekedar dari teman). Dan aku, adalah posisi yang cukup sulit alias korban. Ceritanya curhat nih? Well, woles aja deh…aku g munafik kok. Itulah hidup.

Mungkin ada pertanyaan, gimana cara hadapin orang ke-3 itu? Well, kalau untuk kasusku se, aku baru tau kalo ada orang ketiga setelah suatu hubungan itu berakhir. Dan, pihak yang bekhianat sudah mendapatkan ‘hadiahnya’ masing-masing.  Dan, walaupun aku sebagai korban, aku malah merasa bersyukur karena Allah SWT memberikanku petunjuk tentang siapa sebenernya DIA dan MEREKA. Anggap saja, ini salah satu cara Allah SWT untuk proses pendewasaanku. Yah, nambah pengalaman jenis-jenis manusia.

Menurutku, cara menghadapi orang ketiga (pada 2 kategori) adalah sebagai berikut.
Kategori 1 : Kita dah tau siapa orang itu

  1. Diamkan dan maafkan. Yah, walaupun  disindir di fb, twitter, BBM, dll.
  2. Banyakin do’a. Ingat : do’a orang teraniaya tidak tertolak.
  3. Ga usah ngurusin orang itu. Cara paling ekstrim adalah, anggap aja ga ada.
  4. Kerjakan tugas-tugasmu sebaik-baiknya.
  5. Introspeksi diri dan mengambil hikmah dari yang telah terjadi.
  6. Ambil sisi positifnya (ini paling susah).

Kategori 2 : Kita baru tau orang itu dalam waktu yg cukup lama

  1. Tegarlah jika mendengar namanya, atau bertemu orangnya. Jangan perlihatkan kebencianmu. Karena percuma, cuma bikin hati kotor.
  2. Ga usah deket-deket sama manusia macem gitu. Alasannya, manusia seperti itu hanya merugikan.
  3. Cara-cara yang sama dengan kategori 1.

Well, ku rasa tips-nya cuma itu-itu aja yah. Intinya se, stay positive aja. Toh, kita akan mendapatkan ‘hadiah’ sesuai dengan yang kita perjuangkan. Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya. Terima kasih :kiss :peluk

Gambar

Inez Satin Smooth Face Powder

Well, setelah lama ga nongol, akhirnya daku memberanikan diri untuk menulis sesuatu yang cukup kemayu (khusus cewek ya). Yah, daripada ngurusin negara, mendingan merawat diri kita hahaha (ra nyambung) hehehe. Sebenernya, aku udah beli bedak ini sejak 2 bulan yang lalu. Berhubung koleksi bedakku cukup banyak, aku baru bisa memberanikan diri nulis sekarang (maklum deh, aku banci bedak).

Latar belakang
Berhubung banyak review yang positif terhadap bedak ini, akhirnya aku tergoda juga. Akhirnya, dengan segenap kemantapan hati, ku belilah bedak ini.

Tujuan dan Manfaat
Mempercantik  wajah supaya berseri alami sepanjang hari (maaf kalo lebay). Selain itu, dengan menggunakan bedak ini diharapkan dapat membuat kulit wajah halus selembut sutra (ngaco banget yah).

Implementasi
Berikut ini adalah penampakan si Inez Satin Smooth Face Powder shade Ivory.

Cara pakainya adalah sebagai berikut :

  • Oles pelembab
  • Oles sunblock
  • Sapukan bedaknya
  • Selesai, dan lihat hasilnya.

Hasil dan Pembahasan

  • Shade Ivory ini cocok untuk kulit yang undertone-nya pink. Di kulitku, ga oily se, malah bikin pipiku merona nge-pink (serius deh).
  • Makin lama, di kulit jadi dewy (glowing dan bersinar). Oil controlnya bagus deh.
  • Coveragenya mantep banget, 11-12 sama two way cake lah. Selain itu, ga perlu ngoles terlalu banyak, bedak ini bisa menutup noda samar bekas jerawat dengan baik. Yah, secara gitu loh, namanya bedak tabur, seheboh apa se coveragenya?
  • Harganya cukup terjangkau (IDR 58000/ 30 gr).
  • Yang ga aku suka se, wanginya terlalu dangdut banget (susah diungkapkan dengan kata-kata deh).
  • Packagingnya? Lumayan lah, ga terlalu genjeng. Bahkan, ini bedak tabur pertamaku yang bentuknya persegi (biasanya kan bulet) hehehe.
  • Kalo tiap hari pake bedak ini, jangan lupa bersihin wajah ya, biar pori-porinya ga tersumbat. Karena kandungan yang ada di bedak ini cukup berat se.

Sejujurnya, aku ga sempet jepret hasilnya di wajahku hehehe. Tapi intinya, hasilnya bagus deh. Dengan harga yang cukup terjangkau, hasilnya mendekati sempurna. Bisa dibuktikan kok, Insya Allah.
Well, cukup sekian tips genit dari aku. Ketemu lagi di edisi genit selanjutnya. Sekian dan terima kasih.

Tips melepas ketergantungan cream ‘dokter’

Well, jumpa lagi di edisi lebaran. Mohon maaf lahir dan batin ya kalo ada kesalahanku yang disengaja maupun tidak disengaja. Semoga lebaran kali ini membawa berkah untuk kita semua.Aamiin Ya Allah. Oke, berhubung aku cukup prihatin dengan masalah yang menimpa teman dan saudaraku yang disebabkan oleh ketergantungan dengan cream dari skincare tertentu (sebut aja NS (N senior), L, NJ (anak perusahaannya NS)). Semua yang aku tulis kali ini benar-benar berdasarkan pengalamanku. So, saya tidak bermaksud menghujat pihak manapun.

Ketergantungan yang dimaksud disini adalah, apabila dalam kurun waktu tertentu tidak memakai krim malam, maka akan muncul bintik-bintik merah di wajah. Nah, itu namanya efek rebound dari steroid. Hal ini disebabkan oleh kandungan krim malam dengan kadar steroid (bisa lemah, sedang, tinggi). Steroid memang boleh aja digunakan, karena fungsinya sebagai antiperadangan. Hal yang harus diingat adalah, pemakaiannya tidak untuk jangka panjang. Memang, masih ada perdebatan mengenai lama pemakaiannya (kalo informasi-informasi yang aku dapatkan, maksimal 2 bulan). Oke, daripada kelamaan ceramah, mendingan aku bagi pengalamanku lepas dari krim ‘dokter’.

Persiapan Mental

  • Harus siap-siap punya muka kusam
  • Harus kebal sama komentar orang lain
  • Konsisten, ga perlu tergoda sama produk aneh-aneh. Inget, hasil di tiap individu itu beda-beda.
  • Syukuri apa yang ada, walaupun  muka sempat ancur. Tetaplah merasa cantik (kalo cewek) atau ganteng (kalo cowok).
  • Optimis, banyakin do’a

Langkah penting

  • Jangan langsung lepas cream-nya secara mendadak. Dengan kata lain, ya bertahap.
  • Pakai cream pagi (CP), dan cream malam (NC) 2 hari sekali, oles tipis-tipis. Lakukan cara ini selama 10-14 hari. Pagi hari, kalo mau pergi cukup pake sunblock (SB) aja. Kalo malem se, cukup cuci muka aja.
  • Selanjutnya, gunakan CP, NC 3 hari sekali selama 10-14 hari juga.
  • Selama tahap itu, facial wash (FW), milk cleanser (MC) tetep dipake juga gpp kok. Karena, yang bikin ketergantungan parah itu krim malemnya.
  • Ga perlu pake make up lebay.
  • Gunakan CP, NC 5 hari sekali selama 15-20 hari.
  • Gunakan CP, NC seminggu sekali selama 2 minggu.

Ada juga yang ketergantungannya udah parah. Ga pake cream malem selama 2 hari dah muncul bintik-bintik merah. Trus gimana? Kalo udah kayak gitu, mendingan ke dokter spesialis kulit (jangan ke skincare loh). Lebih mantep  ke pakarnya. Aku juga ga bisa ngasih solusi kalo udah tahap seperti itu. Selain itu, aku juga sempet kok ke dokter kulit. Alhamdulilah, sudah sembuh dalam waktu 7 bulan (lama juga to)?

Kenapa jangan ke skincare? Percuma banget deh, ujung-ujungnya cuma disuruh facial, peeling aja. Dan, itu bukan penyelesaian. Kulit yang sedang berjerawat, itu ga boleh di facial (nasehat dokter SpKK ke aku di tahun 2013). Logikanya gini deh, facial itu kan ada aktivitas pencet-pencet jerawat, gimana ga pori-porinya makin kebuka kalo dipencetin. Apalagi kalo jrewinya belum matang.

Memang, kondisi kulit tiap individu itu beda-beda. Aku hanya berusaha berbagi tips saja se. Siapa tau bisa membantu. Intinya, sabar. Semua butuh proses. Semoga berhasil yah. Terima kasih.